Archive for December, 2005

“Siapa Bilang Jadi Karyawan Ngga Bisa Kaya?” - Safir Senduk

Thursday, December 22nd, 2005

Awal mula mengetahui buku ini adalah dari informasi dari Pak
Mungki , rekan kerja di kantor. Begitu mendengar buku ini langsung tertarik
untuk membacanya, mengapa? hmmm… mungkin karena saya adalah seorang pegawai
dan orientasi kedepan saya masih berpikir untuk menjadi seorang pegawai.Banyak
buku yang menyatakan bahwa seorang pegawai tidak akan pernah menjadi kaya. Hal
ini tidak sepenuhnya benar karena kalau tidak ada karyawan tidak akan ada
pengusaha :p.

Didalam buku ini mencakup bagaimana cara kita untuk mengelola keuangan kita
berdasarkan dari gaji yang diperoleh sehingga dapat diperoleh hasil yang
optimal. Karena saat ini tidak jarang pegawai yang memiliki penghasilan besar
namun tidak memiliki uang yang disimpan oleh karena mungkin dari gaya hidup yang selalu berganti-ganti gadget, masih senang untuk traktir sana-sini,
or belum memiliki tujuan uang itu akan digunakan untuk apa :D.

Berikut adalah intisari dari buku yang buah karya Safir Senduk… hmm kita coba
simak aja kali ya!
Kiat-kiat supaya pegawai dapat menjadi kaya adalah sebagai berikut:

1. Beli
dan Miliki sebanyak mungkin harta produktif.

Bagaimana cara mengetahui apakah
Anda memilliki harta produktif?. Yaitu coba buat daftar sebagai berikut: 

a. buat tabel dari tiga kolom, yaitu harta
dirumah (list barang-barang Anda yang ada dirumah), harta tetap (list daftar rumah dan mobil yang Anda miliki),
harta di bank (misalnya tabungan), dan harta lainnya (misalkan reksa dana).

b. pindahkan
list tersebut ke dalam tabel baru, yang terdiri dari 2 kolom: harta konsumtif (harta yang tidak memberikan
penghasilan setiap bulannya) dan harta produktif (harta yang memberikan
penghasilan setiap bulannya).

c. Lihatlah
hasil yang ada list, apabila daftar dilist harta produktif anda masih
sedikit maka beli dan miliki sebanyak
mungkin harta Produktif, berupa produk investasi (reksadana, deposito), Bisnis (modal bisnis),
harta yang disewakan (ojeg motor), dan barang ciptaan (membuat buku)

 2. Atur
Pengeluaran Anda.

a. Buatlah
list pos-pos pengeluaran Anda, buat table yang berisi 3 kolom yaitu: biaya
hidup (misal air, telpon, pulsa hp), cicilan hutang (rumah, mobil), dan premi
asuransi (asuransi pendidikan, kesehatan).

b. Urutan
pembayaran adalah cicilan hutang, premi asuransi baru kemudian biaya hidup.

c. Apabila
ingin berbelanja, bedakan antara kebutuhan dan keinginan…hmmm sulit juga ya…
apalagi untuk kamu wanita… but yakinlah kita bisa!

3. Hati-hati
dengan Utang.

Bagaimana caranya?, tipsnya adalah
:

a. Ketahui
kapan sebaiknya anda berhutang dan kapan tidak berhutang

b. Apabila
ingin berhutang, maka pilihlah pihak yang tepat untuk berhutang (bunganya
kecil, misalnya), ambil cicilan yang sesuai dengan penghasilan anda (30% dari
penghasilan anda), dan pilihlah  prosedur
yang tepat.

4. Sisihkan
untuk Pos-pos pengeluaran di masa yang akan datang

Anda tidak hanya hidup untuk masa
sekarang, makanya lakukan tips berikut ini agar insyaalah masa tua terjamin:

a. buat
list post pengeluaran yang perlu anda siapkan dimasa yang akan datang.

b. untuk
masing-masing pos pengeluaran tulis alternative yang akan anda tempuh untuk
memperispakan biayanya.

c. sisihkan
gaji anda dan bonus mulai dari sekarang untuk mengisi pos-pos tersebut.

 5. Miliki
proteksi

Bagaimana melakukannya?

a. Miliki
asuransi.

b. Miliki
dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek.

c. Miliki
sumber penghasilan lain diluar gaji.

Dengan menerapkan kiat-kiat tersebut, insyallah nggak ada
lagi istilah bahwa karyawan nggak bisa
kaya Sekarang, bergantung dari diri kita
apakah akan kita laksanakan tips tersebut sehingga dapat menghapuskan jargon
hanya pengusaaha yang bisa kaya.

Belajar Membaca dan menulis :)

Thursday, December 22nd, 2005

Belajar membaca dan menulis mungkin sudah kita lakukan dari dahulu waktu zaman kita masih di TK bahkan waktu kita berumur < 5 tahun. Namun tidak semua orang terbiasa untuk membuat tulisan sendiri, contohnya saya sendiri :(. Sedari kecil saya kurang suka untuk membaca. Saya lebih senang untuk mendengarkan celoteh dari orang yang telah membaca suatu buku dari pada harus membacanya sendiri. Contoh kasus adalah saya lebih senang menonton film Harry Potter daripada membaca bukunya, meskipun telah banyak yang menyarankan saya untuk membacanya termasuk sumai tercinta :). Saya lebih ingat apa yang dikatakan oleh orang daripada apa yang saya baca. Akibat pada saat saya kuliah dulu saya rajin masuk kelas karena kalau saya tidak masuk kelas saya tidak akan bisa menjawab soal-soal ujiannya. Hmmmm kata orang orang yang tipe seperti saya ini adalah orang tipe visual. Bener nggak ya? Terlepas dari itu semua, kebiaasan saya malas membaca membuat saya malas melakukan pekerjaan yang namanya menulis. Rasanya menulis itu perlu usaha yang keras sekali.. Untuk merangkaikan kata-kata menjadi satu halaman itu sepertinya perlu waktu berjam-jam, sehingga  membuat saya semakin malas untuk menulis.

Namun menulis itu merupakan suatu bidang yang harus kita kuasai. Dalam setiap bidang pekerjaan apapun itu tidak akan pernah terlepas dari pekerjaan menulis, maka kita harus membiasakan diri untuk menulis.

Salah satu cara mencapai kemahiran untuk menulis adalah menerapkan kebiasaan untuk membaca buku dan menuliskannya kembali dalam suatu resume. Ada pepatah yang menyatakan ‘Ala bisa karena biasa’. Oleh karena itu, saya akan berusaha menerapkan pepatah itu :). Saya akan membuat resume semua buku yang pernah saya baca dalam blog ini. tekad yang sudah saya pegang adalah 1 bulan minimal 1 buah buku. Bisa tidak ya target itu tercapai? hmmm.. berdasarkan ceramah yang saya dengar pagi ini adalah "Faktor yang menghambat orang untuk membuat suatu karya tulis adalah kemalasan dari penulis itu sendiri", jadi hilangkan perasaan malasmu… jalankan dan insyallah kamu bisa… Mari kita lihat bersama.. apakah blog ini akan bertambah isinya minimal 1 bulan sekali… ataukan tekad tadi hanya sebuah slogan belaka tanpa ada realisasi, Ayo sayekti… tunjukkan bahwa kamu bisa !!! Doakan ya .. semoga.